Pagi ini, ketika semua orang mengenakan baju beridentitas “Asli Indonesia” (baca : batik) di kantornya, seorang teman menuliskan sebuah URL http://hiduplahindonesiaraya.com/ dalam status Yahoo! Messenger-nya. Dari web itu, saya seperti menemukan sedikit jawaban atas kemarahan saya beberapa bulan terakhir. Kemarahan karena beberapa identitas budaya Indonesia berupa batik, tari Reog, lagu Rasa Sayange, diserobot dan diakui sebagai karya negara tetangga.
Situs ini, kata pengelola yang ditulis di ruang Tentang Kami, dimaksudkan untuk mewujudkan kepedulian dengan senantiasa berkreasi dalam nama Indonesia, untuk menyebarkan semangat yang sama kepada segenap putra-putri bangsa. Semangat Cinta Indonesia.
Pengelola yang kemudian membuat semacam komunitas “hiduplahindonesiaraya.com” ini mengaku bersifat non-politik yang memfokuskan diri pada kampanye visual dan tulisan dengan misi ‘untuk dan dari Indonesia’ .
Yang unik, “hiduplahindonesiaraya.com” menjual kaos dengan design menarik bertemakan Indonesia baik visual ataupun tulisan. Dalam sebuah ruang, pengelola juga menyediakan fasilitas pemilik kaos I Love Indonesia yang ingin mejeng di situs.
Lewat penjualan kaos ini, “hiduplahindonesiaraya.com” tengah melancarkan strategi baru berupa komunikasi visual dengan misi Cintai Indonesia. Strategi komunikasi seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru, perusahaan kaos kata-kata Jegger di Bali, Dagadu di Yogyakarta, M59 di Bandung dan CakCuk di Surabaya, sudah mendahului strategi ini. Tapi dengan misi Cintai Indonesia, mungkin baru kali ini.
Startegi mereka menjadi lebih istimewa karena muncul di tengah krisis kepercayaan dan lunturnya nasionalisme atau kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Bahkan, “hiduplahindonesiaraya.com” seperti hendak menawarkan cara baru untuk mencintai Indonesia tanpa upacara bendera lengkap dengan pembacaan Pancasila dan Pembukaan Undang-undang Dasar 45.
Gerakan ini juga bersinergi dengan gerakan serupa lainnya, sehingga hasil penjualan dari segala hasil karya mereka akan digunakan untuk mendukung kampanye selanjutnya. “Dengan harapan kelak, Indonesia pun memiliki kebanggaan terhadap rakyat yang senantiasa menghargai bangsanya sendiri” demikian kata pengelola situs. Salut! (harnug)
NB : Terima kasih buat Dindi yang nulis http://hiduplahindonesiaraya.com/ di status YM-nya
Keterangan Foto : Kaos I Love Indonesia, diambil dari http://hiduplahindonesiaraya.com/
Filed under: Seni & Budaya Ditandai: | Batik, Budaya Indonesia, Ganyang Malaysia, Indonesia Raya, Rasa Sayange, Reog, Yahoo






wahhh…..terimakasih…..ketikataku dan mbak Dindi……kalian lah yang menginspirasi kami untuk ngebuat hal2 ini…..
kalo dibilang komunitas nggak ada secara resmi sih….kita semua yang mencintai indonesia adalah komunitasnya
kami berharap gerakan ini bisa menjadi gerakan bersama untuk mencintai indonesia dengan senyum (tidak dengan marah2 ataupun kritik)….
ditunggu partisipasinya dalam berbagai bentuk bisa artikel tentang indonesia yang menyenangkan (ingat harus menyenangkan), cerita2 rakyat indonesia, dan sebagainya….
hiduplahindonesiaraya….
hanya satu kata: GUAAAAUULLLLL!!!!! hehehehe….
sudah punya kaosnya……:)
Aku pasti ikut mendukung gerakan mencintai Indonesia. Kalau ada event atau kaos baru kabar2i yaah biar aku promosikan ke teman2ku hehehe… Cayooo!