Festival Musik Ramah Lingkungan

Grand Launchi9ng SIEM 2008Tidak seperti pelaksanaan festival tahun lalu, Solo International Ethnic Music Festival  yang sedianya dilaksanakan 17 – 21 Agustus 2008 nanti tidak menggunakan spanduk, umbul-umbul dan baliho untuk sosialisasi festival kepada khalayak. “Pemasangan spanduk atau penempelan poster, hanya akan menambah kotor kota. Kami akan menarik masyarakat untuk menonton dengan mengadakan acara pre-event, dan bentuk promosi lain yang tidak memproduksi sampah,” ujar Putut H Pramono, Ketua Bidang Festival.

Selain itu, lanjut Putut, kompleks Mangkunagaran sebagai lokasi festival, serta bentuk festival ini sendiri akan menjadi informasi bahwa SIEM 2008 akan diadakan. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk sosialisasi acara diantaranya adalah melakukan kegiatan “bersih-bersih” di sekitar kompleks Mangkunagaran dengan melibatkan para simpatisan, panitia dan pendukung acara. “Masyarakat juga dipersilahkan bila ingin terlibat dalam acara gotong royong ini,” lanjut Putut.

Tak hanya itu, panitia festival juga merancang acara menanam pohon bersama yang dilakukan para musisi pendukung untuk menghijaukan kota. “Kegiatan ini sekaligus menjadikan SIEM sebagai festival yang ramah lingkungan, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk perduli terhadapa lingkungan kotanya,” jelasnya.

Putut berharap, dengan mengemas acara-acara seperti itulah masyarakat Solo merasa dilibatkan dan merasa ikut memiliki SIEM 2008. “Konsep SIEM adalah melibatkan masyarakat sebanyak mungkin, baik itu lembaga maupun perseorangan, karena kami ingin festival ini benar-benar milik masyarakat,” paparnya.(hn)

Tinggalkan Balasan